Bismillah ...
Mungkin
dulunya aku berpikir bahwa aku sangat tidak berbakat dalam berdagang,
namun kalau di pikir2 mah pasti ada bakatnya. Karena tidak bisa
dipungkiri sejak aku kecil, aku sudah membantu bisnis kecil2an orang
tuaku di kampung. Mulai dari bisnis foto dan pernah juga diajarin Ibuk
untuk jualan es jus di rumah. Akhirnya aku mulai bisnis kecil2an yaitu
jualan obat2an herbal. Kalo tidak salah waktu itu pasca aku kehilangan
anak pertamaku, sebut saja ia Abdullah. Alhamdulilah ada salah satu
sahabat suami yang menjadi distributor obat2an herbal itu, jadi bisa
dapet harga yang bener2 miring. Aku berjualan di sekitar sekolah saja
karena waktu itu aku masi terdaftar menjadi tenaga pengajar di SMP n SMA
Adzkia Islamic School Pesantren Daarut Tauhiid Jakarta. Dan customer
utamaku adalah guru2 dan murid2 disana. Ya sedikit2 juga ada yang pesen
lewat online. Karena kadang2 beberapa jenis obat2an herbal aku
postingkan ke akun FB ku. Walaupun modal pas2an alhamdulilah untungnya
cukuplah untuk bantu2 memenuhi kebutuhan rumah tangga. Karena hidup di
daerah sekitaran Jakarta tidak seindah yang orang2 kampung bayangkan.
:')
Kadangkala
aku ikut bazaar2 juga, dan yang paling sering ikut bazaar di acara2
sekolah. Lumayanlah ... walau tidak banyak sekali yang penting mah
cukup. Alhamdulilah ... Kalau bazaar dan aku sedang ada tugas, biasanya
yang jagain stand nya anak2 yang dekat dengan aku. Seperti foto yang
pertama yang disampingku pake jilbab hitam namanya Khoirunnisa. Dan yang
bawah yang pake baju putih Ilham dan yang pake baju batik Rizal. Mereka
sangat membantu. Pada akhirnya aku ga akan membuat mereka bekerja
dengan percuma. Karena aku akan memberikan mereka fee yang layak agar
mereka bisa menabung. Maklumlah ... murid2 di AIS DT pada saat itu
adalah anak2 dhuafa. Cerita tentang AIS insya Allah kapan2 ya. Oh ya ...
warung herbalku ini juga punya nama lhoh. Namanya Ghazaa Herbal Center.
Pada saat itu anakku (Ghazaa) belum lahir. Tapi itu nama kesukaan suami
dan aku. Ghazaa, artinya bertarung/berperang/berjuang. :)
Tak
lama setelah itu mungkin ada kebosanan pasar ya, jadinya omset semakin
merosot dan modal ada sebagian yang kepake2 karena kebutuhan ini itu.
Hingga bener2 off jualan itu ketika aku melahirkan Ghazaa Fordien Al
Fata, Desember 2012. Setelah melahirkan Ghazaa dan kembali ke sekolah,
akhirnya aku diberikan pilihan yang amat sangat sulit. Tapi berkat
nasehat yang dahsyat dari suamiku tercinta, dengan mungucap bismillah
aku resign dari kantor. Kalo tidak salah usia Ghazaa antara 5 atau 6
bulan gitu. Yang aku ingat aku resign dai sekolah pas kenaikan kelas.
Dari sekolah memberikan aku dua pilihan, tetap mengajar tapi ga boleh
bawa anak atau resign saja. Ya aku milih resign saja. Karena sangat amat
tidak mungkin aku menitipkan buah hatiku yang baru beberapa bulan itu
ke orang lain. Lagipula jarang ada orang yang bisa dipercaya di daerah
ibukota ini.
Walaupun
aku sudah tidak mengajar lagi di AIS, tapi anak2 masih banyak yang
berhubungan denganku. Mungkin karena aku termasuk ustadzah favorite,
ciehhh :D Mereka banyak yang curhat ke aku, kalau mereka pengen punya
penghasilan tambahan, untuk menabung. Akkhirnya aku punya ide. Aku
meminta mereka untuk jualan. Ya jualan apa aja. Lalu ada salah satu anak
yang nyeletuk, gimana kalo Teteh bikin Pudding dan nanti akan kita
jualkan di sekolah. Tak pikir panjang aku langsung mengeksekusi ide anak
tersebut. Akhirnya aku membuat Pudding yang katanya enak dan menjualnya
di sekolahan dengan bantuan anak2 yang tadi bilang membutuhkan tambahan
uang saku untuk menabung. Ternyata saking semangatnya, mereka ga hanya
jualan di sekolah, tapi juga di pesantren ketika pulang sekolah dan juga
di warga sekitar pesantren. Alhamdulilah sedikit banyak mereka bisa
menabung dari hasil jerih payah mereka sendiri. Aku ikut bangga. :)
Bahkan beberapa dari mereka ada yang membuatnya sebagai film pendek.
Bisa dicari di youtube dengan judul Pudingasih. :)
Seperti ini contohnya:
Anak2
itu lah yang memberi nama Sweet Ummi Pudding pada dagangan kami ini.
Nah, akhirnya aku sebut mereka Tim Sweet Ummi Pudding. Mereka berjumlah 8
orang:
1. Khoirunnisa
2. Yollanda Maklani
3. Fieki Juli Hanan
4. Nuha Bilqisti
5. Rieka
6. Igna Nafisatul
7. Fanda Sandirana
8. Izzah Muthmainnah
Sebetulnya
kami punya impian besar agar Sweet Ummi Pudding bisa jadi sekelas
Pudding2 ternama masa kini lah ... tapi apalah daya, rencana yang kami
bangun tidak semulus yang kami perkirakan. Karena kami punya kehidupan
masing2 yang ternyata juga banyak yang tidak sesuai rencana.
Akhirnya
sekitar tahun 2014 awal aku berubah arah ke dunia fashion. Mulai dari
menjadi reseller orang2 dan kemudian hingga saat ini aku sudah mencetak
labelku sendiri dan memproduksi busana2 seperti gamis, khimar dan juga
kemeja koko. Semua itu juga atas dasar design an ku sendiri. Belum mahir
sih, tapi kata orang2 sudah lumayan. Nah ... begitulah ceritanya Sweet
Ummi Shop berdiri. Mulai dari nama Pudding dan sekarang malah justru jad
label fashion shop ku. :D
Ya
doanya sih mudah2an berkah saja lah ... karena niatan ku jualan tidak
sekedar mencari keuntungan, namun juga mencari ridho dan berkah dari
Allah. Kemudian juga untuk syiar dakwah. Maka dari itu di Sweet Ummi
Shop tidak ada busana yang tidak syar'i. Karena prinsip Sweet Ummi
adalah bisnis untuk dakwah. Kalau tidak sesuai prinsip yang telah
ditetapkan semaksimal mungkin pasti akan dihindari.
Alhamdulilah
juga sejak awal berdirinya Sweet Ummi Shop spesial busana syar'i, 10%
dari keuntungan disetorkan ke Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid untuk
sedekah. Mudah2an semakin banyak sedekahnya semakin menjadi jalan dakwah
yang penuh berkah. Amin.
Sweet
Ummi Shop saat ini marketingnya difokuskan ke Instagram dengan akun
@sarindraalfata. Kapan2 boleh tengok2 yah ... dan mudah2an tertarik
dengan busana2 syar'i nya.
_Ummi Ghazaa-25Feb2016-02.04AM_







Tidak ada komentar:
Posting Komentar