Kamis, 25 Februari 2016

Nama Sweet Ummi

Bismillah ...

Mungkin dulunya aku berpikir bahwa aku sangat tidak berbakat dalam berdagang, namun kalau di pikir2 mah pasti ada bakatnya. Karena tidak bisa dipungkiri sejak aku kecil, aku sudah membantu bisnis kecil2an orang tuaku di kampung. Mulai dari bisnis foto dan pernah juga diajarin Ibuk untuk jualan es jus di rumah. Akhirnya aku mulai bisnis kecil2an yaitu jualan obat2an herbal. Kalo tidak salah waktu itu pasca aku kehilangan anak pertamaku, sebut saja ia Abdullah. Alhamdulilah ada salah satu sahabat suami yang menjadi distributor obat2an herbal itu, jadi bisa dapet harga yang bener2 miring. Aku berjualan di sekitar sekolah saja karena waktu itu aku masi terdaftar menjadi tenaga pengajar di SMP n SMA Adzkia Islamic School Pesantren Daarut Tauhiid Jakarta. Dan customer utamaku adalah guru2 dan murid2 disana. Ya sedikit2 juga ada yang pesen lewat online. Karena kadang2 beberapa jenis obat2an herbal aku postingkan ke akun FB ku. Walaupun modal pas2an alhamdulilah untungnya cukuplah untuk bantu2 memenuhi kebutuhan rumah tangga. Karena hidup di daerah sekitaran Jakarta tidak seindah yang orang2 kampung bayangkan. :')

Kadangkala aku ikut bazaar2 juga, dan yang paling sering ikut bazaar di acara2 sekolah. Lumayanlah ... walau tidak banyak sekali yang penting mah cukup. Alhamdulilah ... Kalau bazaar dan aku sedang ada tugas, biasanya yang jagain stand nya anak2 yang dekat dengan aku. Seperti foto yang pertama yang disampingku pake jilbab hitam namanya Khoirunnisa. Dan yang bawah yang pake baju putih Ilham dan yang pake baju batik Rizal. Mereka sangat membantu. Pada akhirnya aku ga akan membuat mereka bekerja dengan percuma. Karena aku akan memberikan mereka fee yang layak agar mereka bisa menabung. Maklumlah ... murid2 di AIS DT pada saat itu adalah anak2 dhuafa. Cerita tentang AIS insya Allah kapan2 ya. Oh ya ... warung herbalku ini juga punya nama lhoh. Namanya Ghazaa Herbal Center. Pada saat itu anakku (Ghazaa) belum lahir. Tapi itu nama kesukaan suami dan aku. Ghazaa, artinya bertarung/berperang/berjuang. :)

Tak lama setelah itu mungkin ada kebosanan pasar ya, jadinya omset semakin merosot dan modal ada sebagian yang kepake2 karena kebutuhan ini itu. Hingga bener2 off jualan itu ketika aku melahirkan Ghazaa Fordien Al Fata, Desember 2012. Setelah melahirkan Ghazaa dan kembali ke sekolah, akhirnya aku diberikan pilihan yang amat sangat sulit. Tapi berkat nasehat yang dahsyat dari suamiku tercinta, dengan mungucap bismillah aku resign dari kantor. Kalo tidak salah usia Ghazaa antara 5 atau 6 bulan gitu. Yang aku ingat aku resign dai sekolah pas kenaikan kelas. Dari sekolah memberikan aku dua pilihan, tetap mengajar tapi ga boleh bawa anak atau resign saja. Ya aku milih resign saja. Karena sangat amat tidak mungkin aku menitipkan buah hatiku yang baru beberapa bulan itu ke orang lain. Lagipula jarang ada orang yang bisa dipercaya di daerah ibukota ini. 

Walaupun aku sudah tidak mengajar lagi di AIS, tapi anak2 masih banyak yang berhubungan denganku. Mungkin karena aku termasuk ustadzah favorite, ciehhh :D Mereka banyak yang curhat ke aku, kalau mereka pengen punya penghasilan tambahan, untuk menabung. Akkhirnya aku punya ide. Aku meminta mereka untuk jualan. Ya jualan apa aja. Lalu ada salah satu anak yang nyeletuk, gimana kalo Teteh bikin Pudding dan nanti akan kita jualkan di sekolah. Tak pikir panjang aku langsung mengeksekusi ide anak tersebut. Akhirnya aku membuat Pudding yang katanya enak dan menjualnya di sekolahan dengan bantuan anak2 yang tadi bilang membutuhkan tambahan uang saku untuk menabung. Ternyata saking semangatnya, mereka ga hanya jualan di sekolah, tapi juga di pesantren ketika pulang sekolah dan juga di warga sekitar pesantren. Alhamdulilah sedikit banyak mereka bisa menabung dari hasil jerih payah mereka sendiri. Aku ikut bangga. :) Bahkan beberapa dari mereka ada yang membuatnya sebagai film pendek. Bisa dicari di youtube dengan judul Pudingasih. :) 

Seperti ini contohnya:



Anak2 itu lah yang memberi nama Sweet Ummi Pudding pada dagangan kami ini. Nah, akhirnya aku sebut mereka Tim Sweet Ummi Pudding. Mereka berjumlah 8 orang:
1. Khoirunnisa
2. Yollanda Maklani
3. Fieki Juli Hanan
4. Nuha Bilqisti
5. Rieka
6. Igna Nafisatul
7. Fanda Sandirana
8. Izzah Muthmainnah
Sebetulnya kami punya impian besar agar Sweet Ummi Pudding bisa jadi sekelas Pudding2 ternama masa kini lah ... tapi apalah daya, rencana yang kami bangun tidak semulus yang kami perkirakan. Karena kami punya kehidupan masing2 yang ternyata juga banyak yang tidak sesuai rencana. 

Akhirnya sekitar tahun 2014 awal aku berubah arah ke dunia fashion. Mulai dari menjadi reseller orang2 dan kemudian hingga saat ini aku sudah mencetak labelku sendiri dan memproduksi busana2 seperti gamis, khimar dan juga kemeja koko. Semua itu juga atas dasar design an ku sendiri. Belum mahir sih, tapi kata orang2 sudah lumayan. Nah ... begitulah ceritanya Sweet Ummi Shop berdiri. Mulai dari nama Pudding dan sekarang malah justru jad label fashion shop ku. :D

Ya doanya sih mudah2an berkah saja lah ... karena niatan ku jualan tidak sekedar mencari keuntungan, namun juga mencari ridho dan berkah dari Allah. Kemudian juga untuk syiar dakwah. Maka dari itu di Sweet Ummi Shop tidak ada busana yang tidak syar'i. Karena prinsip Sweet Ummi adalah bisnis untuk dakwah. Kalau tidak sesuai prinsip yang telah ditetapkan semaksimal mungkin pasti akan dihindari. 

Alhamdulilah juga sejak awal berdirinya Sweet Ummi Shop spesial busana syar'i, 10% dari keuntungan disetorkan ke Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid untuk sedekah. Mudah2an semakin banyak sedekahnya semakin menjadi jalan dakwah yang penuh berkah. Amin.

Sweet Ummi Shop saat ini marketingnya difokuskan ke Instagram dengan akun @sarindraalfata. Kapan2 boleh tengok2 yah ... dan mudah2an tertarik dengan busana2 syar'i nya. 

_Ummi Ghazaa-25Feb2016-02.04AM_


Tidak ada komentar:

Posting Komentar